Bahasa Asing Menjadi Program Unggulan, SMAN 9 Kedatangan Native Speaker dari Jepang

Pelajaran bahasa asing menjadi program unggulan di SMAN 9 Kota Bekasi .Bahasa asing yang dipelajari para siswa yaitu bahasa Jepang ,bahasa Inggris dan bahasa Perancis.
Untuk mendukung program unggulan tersebut , khususnya bahasa Jepang SMAN 9 Kota Bekasi melakukan berbagai upaya. Salah satu upaya mengajukan permohanan kerja sama dengan Japan Foundation dan Kedutaan besar Jepang untuk mendapatkan Native Speaker (Guru Pendamping) dari Jepang .


Putut Haryono Humas SMAN 9 Kota Bekasi menyampaikan setelah surat pengajuan dari SMAN 9 Kota Bekasi diterima oleh Japan Foundation dan ditindaklanjutinya.Dyah Kristiana, S.S guru bahasa Jepang SMAN 9 Kota Bekasi diwawancarai langsung dari pihak Japan Foundation

Persyaratan lain yang diminta dari pihak Japan Foundation. pelajaran Bahasa Jepang dimasukan ke dalam jam pelajaran dari kelas X.XI,XII sekalipun tidak semua kelas dan yang tak kalah penting sarana dan prasana sekolah harus memadai sehingga dinyatakan layak Selanjutnya pihak Japan foundation akan menugaskan Native Speaker (Guru Pendamping)atau lebih dikenal dengan Nihongo Partners ke SMAN 9 Kota Bekasi
” Alhamdulillah semua persyaratan dapat terpenuhi oleh SMAN 9 Kota Bekasi. walaupun kedatangan Native speaker dari Jepang harus berapa kali tertunda karena pandemi Covid 19 akhirnya SMAN 9 didatangani Kimishima Yuriko sensei guru Native speaker dari Jepang bertugas selama tiga bulan “kata PututSetelah tiga bulan bertugas di SMAN 9 Kota Bekasi Yuriko sensei akan kembali ke Jepang . Sebelum bertolak Jepang ,Swara Bekasi menenemui Yuriko sensei di SMAN 9 Kota Bekasi Kamis ( 10 / 3 /2022 ).

Menurut Yuriko sensei salah satu kesan selama di SMAN 9 Kota Bekasi adalah keramahan semua guru – guru dan warga sekolah.

Yuriko sensei mengajar di SMA Negeri 9 Kota Bekasi, dikirim langsung oleh Japan foundation dan kedutaan Jepang sebagai Native Speaker (Guru Pendamping) atau Nihongo Partners dari Jepang .

Yuriko, berbagi ilmu dengan mengajar bahasa dan mengenalkan budaya Jepang.

“Orang Indonesia sangat ramah, ceria. Selama di Kota Bekasi ini, saya merasa nyaman dan suka sekali dengan aneka makanan nusantara yang ada di Kota Bekasi ini,”ucap Yuriko yang diterjemahkan oleh Dyah Kristiana S.S sensei guru bahasa Jepang SMAN 9 Kota Bekasi.
Begitu peserta didik di SMA Negeri 9 Kota Bekasi saat mengikuti materi pelajaran bahasa dan budaya Jepang. Menurut Yuriko, siswa di Kota Bekasi cukup ceria saat mengikuti pelajaran meskipun mereka awalnya kaget.
Namun imbuhnya, kesungguhan peserta didik di SMA Negeri 9 Kota Bekasi untuk mengikuti materi pelajaran yang diberikan begitu semangat. Kondisi tersebut jelasnya beda dengan di Jepang.

“Kesan saya, siswa-siswi di SMA Negeri 9 Kota Bekasi ini, lebih aktif saat belajar mereka begitu antusias,”jelasnya.

Hal lain jadi kesan Yuriko adalah mengetahui bahwa di Indonesia sistem pelajaran yang diberikan kurikulum berlanjut, berjenjang, berurutan. Hal itu menurutnya luar biasa.
“Terima kasih kepada bapak kepala sekolah guru dan seluruh pelajaran terkesan kepada peserta didik kemauan belajarnya cukup tinggi,”ucap Yuriko, mengenang keaktifan anak di SMA Negeri 9 Kota Bekasi.

Para peserta didik di SMA Negeri 9 Kota Bekasi, mereka mungkin awalnya tidak suka bahasa Jepang tapi mereka tetap Antusias. Sehingga selama tiga bulan lanjutnya para peserta didik mulai memahami cara belajar bahasa Jepang.

Setelah kembali ke Jepang Yuriko sensei mengaku ingin terus mengajarkan bahasa dan budaya Jepang. Kepada warga Indonesia yang ada di Jepang dan begitu sebaliknya akan lebih banyak belajar bahasa Indonesia
Samuel, salah satu peserta didik di SMA Negeri 9 Kota Bekasi mengaku cukup terkesan dengan guru bahasa Jepang yang dikirimkan. Menurut Samuel mesk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *