BEKASI – Kabag Analisa Kebijakan pada Cabang Dinas Pendidikan wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Muhammad Nurdin, menyayangkan sikap Sekretaris PCNU Kota Bekasi yang langsung membuat video pernyataan tanpa tabayyun sebelumnya.”Saya bukan orang alim, hanya seorang muslim awam. Tapi seharusnya seorang muslim mendengar informasi apa pun sebelum jelas, sebelum tau persis salah benar duduk perkaranya, jangan langsung disebarkan dan harusnya tabayyun lebih dulu,”ujar Nurdin menanggapi terkait video beredar menyebut Kepsek SMKN 5 melarang Maulid Nabi dan menyebut bid’ah.Tabayyun jelasnya dalam islam itu firman Allah SWT, apa lagi informasi menyebar melalui whatsApp grup.
Seharusnya klarifikasi langsung ke sekolah, tidak serta merta membuat video pernyataan berdasarkan informasi yang belum jelas kepastiannya apa lagi sampai menyudutkan pihak tertentu.Menurutnya, sesuai video yang beredar seseorang mengakui sebagai Sekretaris PCNU Kota Bekasi hanya berdasarkan laporan dari wali murid, dan wali murid itu sendiri berdasarkan cerita anaknya bahwa Kepala Sekolah SMKN 5 Kota Bekasi melarang mengadakan Maulid Nabi dan menyebut jika itu bid,ah.”Informasi telah kami kroscek langsung ke Kepsek dan sekolah SMKN 5 Bekasi, tidak ada larangan pelaksanaan Maulid Nabi, apa lagi Kepsek menyebut bahwa peringatan Maulid Nabi itu Bid’ah seperti yang disampaikan dalam video,”tegasnya.
Sementara itu Muhammad Nurcholic Sekretaris PCNU Kota Bekasi dikonfirmasi terpisah terkait pernyataannya melalui video beredar menyebutkan Kepsek SMKN 5 Bekasi melarang Maulid Nabi dan bid’ah mengakui jika apa yang disampaikan berdasarkan laporan dari wali murid kepadanya.”Pagi-pagi saya mendapatkan telpon dari wali murid, bahwa Plt Kepsek SMKN 5 Bekasi disebutkan membatalkan peringatan Maulid Nabi. Padahal kegiatan tersebut telah diagendakan beberapa bulan lamanya yang rencananya dilaksanakan pada 30 September 2024.
Tapi ternyata batal oleh Plt Kepsek baru,”ujarnya.Informasi pembatalan acara maulid Nabi oleh Plt Kepsek SMKN 5 yang baru itu menjadi ramai di whatsApp grup wali murid. Dia pun mengakui telah dikirim percakapan di WA grup wali murid yang menyebutkan bahwa Plt Kepsek SMKN baru melarang acara Maulid Nabi SAW.Dikonfirmasi terkait adanya pernyataan bahwa Kepsek SMKN 5 Bekasi menyebut Maulid Nabi itu bidah apa kah ada dalam WA Grup, Nurcholiq mengatakan bahwa informasi itu dia terima dari wali murid melalui saluran telpon langsung.”Sesuai laporan dari wali murid, menyebut bahwa Kepsek menyebut Maulid Nabi SAW itu bid’ah.
Itu pun disampaikan berdasarkan pengaduan dari peserta didik atau anak dari wali murid itu sendiri.”tandasnya.Ia pun menyampaikan bahwa sebelum membuat video yang saat ini menyebar, terlebih dulu telah menerima telpon dari wali murid bahwa anaknya cerita persiapan pelaksanaan Maulid Nabi sudah 80 persen. Tapi oleh Plt Kepsek baru dibatalkan.Dikonfirmasi kenapa tidak tabayyun terlebih dulu sebelum membuat video, Nucholiq mengaku bahwa sebelumnya ada di Harapan Jaya bahwa DKM Masjid melarang RT setempat memperingati Maulid Nabi.”Saat itu kami turun, dan memberi pengarahan, tapi sekarang ada lagi sesuai pengaduan warga pagi-pagi, ini menjadi suatu pembelajaran,”ujarnya menegaskan apa yang disampaikan dalam video itu hanya menyampaikan laporan dari wali murid silahkan klarifikasi.










